Selasa, 29 Maret 2011

When You Come (Chapter 1)




Hai,ini fiksi online pertama aq.Ini dibuat berdasarkan mimpi aq waktu tidur di sekolah siang bolong.Mungkin jalan ceritanya rada ngawur dan drama banget...maklum,kan mimpi!
Cerita ini 40% dari mimpi dan 60% imajinasi,hehe...
---------------------------------------------------------------------------------
Author : Kevina Rinendra
Genre : Friendship,Romance
POV : Sudut pandang pengarang (point of View)

Kevina POV
"Hei jangan berisik! Ini baru jam 2 pagi tau!" omel tetangga saat aku tak kunjung mengecilkan suara tape yang ada disisiku.
Abis mau gimana lagi,dari tadi tuh aku gabisa tidur,gak tau apa yang lagi aku pikirin...Ulangan matematika? ya,itu salah satunya...Aku berpikir keras untuk...mencari contekan!


***
"Keluarkan kertas jawaban sekarang..." kata Bu Emily,guru matematika.Semua teman-temanku tampak lesu dan segera menuruti perintah Bu Emily.
"Mana si Kevina??" tanya Bu Emily.Semua terdiam.
"Kevina,di balkon atas Bu..." jawab salah satu dari mereka.Akhirnya Bu Emily menyuruh dari mereka untuk menjemputku.
"Kamu niat ulangan gak sih?! Kamu tuh baru 2 bulan di sekolah ini,blablabla..." kata Bu Emily kesal.Aku mengangguk.
"Iya,iya,niat..." jawabku bete.

***
"Akh,susah-susah bikin contekan.Eh,gak ada materi yg keluar.Nyebelin" kataku ngomel-ngomel sendiri di kantin.
Akhirnya,bel masuk berbunyi,ini saat-saat paling menyebalkan...
"Keluarkan kertas selembar kalian..." kata Bu Karin,wali kelas dan guru Kimia.Apa?! aku kan gak pernah ikut kelas ini.Bu Karin keluar kelas sebentar.Akhirnya naluri licikku keluar lagi,tapi gak tau kenapa,aku gak mau nyontek,akhirnya kukerjain sendiri walaupun gak bisa.
"Ehem,kok ribut kayak pasar ya?" dehem Bu Karin.Semua terkejut dan duduk ke tempatnya masing-masing."Eh,kamu,Kevina,kamu pindah ke sini" kata Bu Karin sambil menunjuk bangku yg ada di depan guru.Gak ada yang mau duduk disana,takut ketahuan nyontek kalo lagi ulangan soalnya...
"Bisa gak bu,kalo ke tempat lain aja?" kataku berusaha bernegosiasi.
"Memangnya ini pelajaran ekonomi apa,pake tawar menawar segala" kata Bu Karin,tegas.Akhirnya aku duduk sendiri disana.Yah,itu salah satu handicap aku berada di sekolah ini,I'm a Loner.Aku gak terbiasa punya teman.

***
TOK TOK TOK...Bu Karin menengok pintu kelas dan membawa seorang cowok...anak baru kah?
"Coba perkenalkan diri,ya!" kata Bu Karin sambil senyum.
"Hei,Namaku Jason,pindahan dari SMA Fx 1.Makasih" katanya malu-malu sambil membetulkan posisi kacamatanya.Akh,kuakui dia cakep,putih,tinggi pula.Tapi kacamatanya yang tebal itu loh,ada kali 2 cm,hehe...pasti marmut darat macam cewek-cewek yang hobi dandan dibelakang sana udah kasak kusuk ngomongin si murid baru ini.
"Kau duduk disana saja,ya.Semoga kamu betah di sekolah ini" kata Bu Karin sambil menunjuk bangku disebelahku.
"Ohh...tidak bisa Bu,dia duduk ditempat lain aja Bu...jangan disini" tolakku.
"Kevina,jangan membantah,pokoknya dia duduk disitu" kata Bu Karin lagi.Akhirnya dia duduk disini.

***
Bel istirahat berbunyi...aku diam saja di kelas,malas ke kantin.
"Jason..." katanya tiba-tiba sambil menjulurkan tangan.
"Hm...Kevina..." jawabku malas sambil meraih tangannya.Kulihat dia mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
"Busyet,tas apa karung,tuh!" kataku terkejut dalam hati,gimana nggak,ke sekolah aja kayak mau kabur dari rumah...ckck,pantes aja kacamatanya tebel banget...
"Kenapa kamu gak ke kantin?" tanyaku heran.
"malas,ngapain juga ke kantin,enakan baca buku,kamu sendiri kenapa gak ke kantin" kata jason.
"Gak papa,aku memang kayak gini..." jawabku singkat sambil memasang headset di telingaku.Apa dia gak punya uang,katanya aja kesini naik kendaraan umum.
"Mau?" kata Jason sambil mejulurkan foodbox yg isinya kue brownis.
"Oh,gak,makasih..." tolakku.Akh,mahluk ini,udah cupu,cerewet lagi! akhirnya aku keluar kelas,gak kuat sama ocehannya.
Udara segar di balok kelas seger banget,tiba tiba segerombolan cewek mendatangiku.
"Kevina,kamu jangan suka sama Jason ya,aku mau dekati dia..." kata mereka ketus.Gak tau diri banget,sih,main klaim aja...emang barang online apa si jason itu.
"Berisik banget,sih,bahkan aku gak kenal Jason,kamu main caplok aja,pergi,sana...ganggu orang aja..." jawabku.Mereka terlihat geram dengan ucapanku,akh,apa peduliku? aku gak pernah suka gaya macam mereka itu.
Masa sih,nyari tempat mojok aja susahnya minta ampun?!

***
"Eh,Kevina,duduk" katanya tersenyum.Ih,sok kenal amat sih!
"Ya" jawabku.Sekarang jam pelajaran kosong.Aku bisa nyantai di kelas.
"Hei,Jason.Aku Vera,ini Tara sama Princa" kata si marmut darat.Si Jason cuma mengangguk."Ini,ada lemontea en Snack buat kamu" kata Vera."Oh,makasih" jawab Jason.
"Mau?" tawarnya lagi."Gak ah.Udah,minggir,aku mau keluar aja" kataku kesal.Mau nyantai aja dari tadi gak bisa.
"Kevina,mau ke mana kamu?!" bentak Bu Karin menghadangku di depan pintu kelas.Aku pun balik lagi.Teman teman tertawa.
"Apa kamu,ketawa-ketawa!" kataku pada Jason.
"Kamu cewek yang unik..." jawabnya tersenyum singkat
"Apaan,sih,kok jadi rese gitu!" kataku memalingkan muka

***
Akh,baru sehari dia disini,aku udah kesel banget.Udah,cupu,bawel,sotoy pula.Sebenernya kasian juga sih,ngejutekin Jason,padahal dia kan gak salah apa-apa.Apa aku harus lebih baik sama dia?
Keesokan harinya...
"Ini,ada coklat buat kamu.Anggap aja hari ini kamu jadi temanku.Terima?" kataku kaku,berat banget tau ngomong kayak gini,latihan semalaman.
"Tentu saja,aku juga punya sesuatu buat kamu.Ini" katanya.Apaan nih?!
"Aku terima permintaan kamu.Tapi,aku mau liat suatu hari kamu pakai ini" katanya.

***
"Iket rambut? Gak salah?! Sok tau banget sih,dia,emang aku suka barang kayak ginian?! nyesel tadi udah bilang kayak gitu sama dia.Pake acara mau liat aku make ini lagi!" kataku sambil memandangi iketan motif Love yang warnanya pink "Udah gitu warnanya pink,lagi!" kataku menggerutu kesal.

***
1 bulan kemudian...
"Kevina,sejak Jason duduk di sebelahmu,nilai-nilai kamu meningkat" kata Bu karin senang.
"Apa hubungannya,Bu,bahkan kami jarang bicara dan nilai saya bagus bukan karena dia" bantahku.
"Tapi Jason itu hebat loh! Dia bisa tahan duduk di sebelah kamu yang lebih mirip preman daripada pelajar" kata Bu Karin tertawa.
"Ibu,bilang aja ibu naksir sama si Jason" kataku ngomel
"Eh,kamu,ibu kan masih muda.Jadi boleh dong,naksir murid sendiri" katanya tersenyum."Ya,nggak lah,ibu kan bukan pecinta daun muda" kata Bu Karin puas menggodaku.Akhirnya aku keluar dari ruangan Bu Karin,ternyata cuma mau meledekku.
Pelajaran berikutnya di sekolah yang membosankan...
"Gak ada materi lain ya,selain pelajaran renang!" kataku menghela napas.
"Oh,gak bisa renang ya?" tebak Jason mengagetkanku.
"Hm,bukan gak bisa,gak suka" jawabku pelan.
"Kenapa gitu?" tanyanya penasaran."UDAH AH,JANGAN BANYAK NANYA!!!" kataku kesal.Akhirnya kami berenang,lakilaki dan perempuan berbeda kolam.mana Jason? Ah,ya,tadi dia bilang mau nyusul aja.Ngapain aku nyariin dia?
Akhirnya selesai ganti baju,semua murid keluar kolam.Bel pulang berbunyi.Aku masih mau disini.Aku berenang lagi.Ya,ampun,cerobohnya aku,lantainya licin.Aku...melihat seseorang mencoba menolongku,Tolong,aku udah gak kuat lagi...

Jason POV
Ah,bukannya itu Kevina? jangan jangan kakinya kram? Spontan aku menolongnya dengan tampilan asliku.Biarin lah,yang penting dia harus selamat!
Sedikit flashback,aku bukanlah Jason yang Kevina pikir.Aku gak memakai kacamata yang menyebalkan ini.Dan aku pindah kota dan sekolah disini agar semua temen geng motorku tidak mencariku,bisa mati kalau ada yang tau aku disini!

Kevina POV
"Udah sadar rupanya" kata Jason.kepalaku masih pusing.Dahiku diperban.Ada apa ini?
"Dimana,nih? Trus,mana cowok yang tadi ada bersamaku di kolam?" tanayku
"Gak ada siapa2 kok.Dah,gak usah banyak mikir" katanya singkat.
"kamu gak pulang? ini kan sudah bel" kataku. "Nggak,ah,aku mau nungguin kamu aja disini" katanya santai."Nih,makan,aku bawain burger" katanya lagi.
"Kenapa sih,kamu selalu baik sama aku,padahal aku selalu jahat" kataku terpatah-patah.
"Karena kamu temanku..." kata Jason.Aku terdiam."Maafkan aku,udah ngejahatin kamu selama ini.Aku nyesel" kataku hampir menangis.Akh,aku? nangis? kok bisa yah? Bukan,kok,cuma kemasukan debu,aja (*gak ngaku)
"Eh,kok malah nangis sih?! Aneh banget..." katanya kaget."Nih,tissu!" katanya lagi.Kulihat Jason terdiam,seperti mengatakan sesuatu dalam hatinya.

"Maaf aku bohong,tapi aku yang menyelamatkanmu tadi dan rasanya aku mulai merusak pertemanan kita yg tulus karena aku mulai menyukaimu...yah,walau kamu aneh,preman cengeng...but i love your smile..." batin Jason.

"Oh,jadi ini rasanya punya teman,Jason,dia teman pertamaku di SMA ini" gumamku senang.

"Heh,bener kemaren kamu berduaan di UKS sama Jason?!" tanya Vera marah.
"Apa hak kamu marah ke aku? Iya,aku berdua,tapi gak berduaan!" sangkalku.Aku meninggalkannya.
"Tunggu dulu!" katanya mencegatku."Apa lagi? belum cukup konfirmasi?" kataku mulai kesal."Kamu!" kata vera bersiap memukulku.
"Kenapa sih? Vera,apa iya itu sikap seorang perempuan?" kata Jason tiba-tiba sambil menahan tangan Vera.
"Jason,a...a...aku..." kata Vera malu.Dia langsung pergi tanpa ngucapin sepatah kata pun.
"Makan yuk!" ajaknya.

***
"Kenapa kamu tadi gak ngelawan? kenapa dia tadi mau mukulin kamu?" kata Jason
"Kamu tuh,ya,banyak nanya deh,pusing mau ngejawab yang mana dulu" kataku bingung.Dia hanya tertawa.Ih,kok dia jadi manis ya? ah,gak juga,tuh!
"Mau pesen apa?" kata Bibi kantin.
"Pokoknya yang sama kayak kamu" kataku sok mesra.
"Haha...centil amat sih!" katanya tertawa.
"Mas,mbak,jarang ke kantin ya,kok jarang keliatan?" tanya bibi kantin,aku mengangguk.

"Ntar ada acara gak? Nonton yuk?!" ajakku tiba-tiba,dia kaget.Sendok terlepas dari tangannya."Maaf ya" kataku sambil mengambil sendok baru.
"Nonton? kita kesana pake apa?" tanyanya."Ya pake bis umum aja,gak masalah kan? Pasti kamu ntar biasa kok!" kataku.

Di halte bis umum...
"Wuah,rame banget...gak jadi naik bis ah,coba tadi kita naik taksi aja,ya?!" keluhku
"Kevina,sini bentar deh,kita naik ini aja" ajaknya.Kulihat sebuah sedan mewah warna hitam terparkir di sebelah sekolah.
"Mobil siapa ini? Cool!" kataku kagum.
"Ayo,naik!" suruhnya."Ini mobil kamu? Kok..." kataku.dia hanya tersenyum.Aku kira dia gak cukup uang,tapi ini kok...?

***
"Ini,gratis popcorn dari cinema kami untuk pasangan yang kasmaran" kata teller tiket.
"Akh,kami bukan pasangan.Iya kan,Jason?" kataku.
"Iya,kak,makasih atas popcorn nya" kata Jason ngeloyor pergi.Arrgghhh kalo udah makanan masalahnya,dia itu...
"Selamat bersenang senang.oh,ya,pacar anda tampan" kata teller tiket itu lagi.

"Sorry,deh,soalnya filmnya udah mau mulai.Jadi aku duluan" katanya.
Ngelihatin tokoh film yg mati,aku gak kuat lagi,aku pun nangis.Aku bersandar dipundak Jason.
"Jason,aku salah pilih film...kok sedih ya..." kataku menyesal.
"Ada-ada aja...preman cengeng..." kata Jason
"Wah,ngajak ribut nih orang!" kataku menghentikan tangisku.Dia tersenyum.
"Bercanda,hehe..." katanya lagi.

***
"Udah dong,jangan nangis terus.Malu diliatin orang" kata Jason.Ia menyeka air mataku dengan tangannya.Deg,kok rasanya aneh gini ya?
"Abis,lakonnya mati tragis gitu..." kataku berhenti menangis.Pesanannya datang.
"Makasih,ya,udah ngajakin aku nonton" katanya menatapku,hangat dan menentramkan.
"Jason..." kataku pelan."Sejak tadi aku melihatmu bukan seperti jason yang biasanya" kataku curiga."Kau,kok berubah drastis ya?" tanyaku.
"Aku tetap Jason,jangan khawatir" katanya menggenggam tanganku.

Jason POV
Gawat,Kevina mulai curiga sama aku.Ah,tapi aku harus berusaha,jangan sampai ketahuan.Aku harus bersikap lebih biasa!

Kevina POV
"Apa?! Nilai kimia kita 98! Wow!Mustahil tapi mukzizat!" kataku terkejut.Aku dan Jason saling berpelukan melihat nilai kami.Tara dan Princa berdehem."hei,kalian,ini tempat umum,kami cemburu..." kata mereka polos.Aku melepaskan pelukannya.Ya,Tuhan,jadi salting,kan,jadinya!
"Tuh,kan,bener,nilai kamu bagus.Gak salah cara ibu..." kata Bu Karin tiba-tiba.Aku kaget sekali.Aku tetap menolak kalo itu berkat jason.Tapi memang iya,sih,kalo dia lagi baca buku,aku juga suka curi-curi,ikutan baca,hehe...
Nilaiku ikut naik,tapi lama-lama aku juga suka sama perhatian dia.CATAT! aku bukan cewek yg suka fisik cowok.Aku suka Jason bukan karena wajahnya...

***
Hari kemudian...
"Mana ya,Jason,kok belum keliatan?" kataku celingukan.Tiba-tiba ada telepon.
"Halo kevina? Ini mamanya Jason.Bisa datang kemari tidak? Jason baru saja kecelakaan" kata mamanya Jason panik,aku juga ikutan panik dan segera ke Rumah sakit.Saat sampai di UGD,kulihat tubuh Jason bersimbah darah,nafasnya terengah-engah.Ia dibawa ke ICU.
"Jason,kuatkan dirimu...plis,demi aku..." kataku menggenggam tangannya.Ia hanya tersenyum.Aku gak tega ngeliat wajahnya yang sok kuat.Aku hanya bisa menunggu di luar ICU.
"Semoga Jazz baik-baik saja" kata mamanya Jason.Aku memeluk mamanya.Kami berdua menangis."Tante,kok bisa Jason kayak gini,ada apa?" tanyaku pelan.
"Ini semua hobi buruknya,sebelum ia pindah ke sekolah yang sama denganmu,ia adalah seorang pembalap liar motor.Kerjaannya ngebut-ngebutan,kali ini dia menerima akibatnya" kata mama Jason,what?! jadi selama ini banyak hal yang gak aku ketahui tentang Jason?!

"kenapa kamu gak mau jujur sama aku?" batinku.

Udah 2 minggu,tapi dia belum juga membuka matanya.Tuhan,jangan ambil dia,aku gak akan rela kalau dia pergi sekarang,aku sayang dia...Setiap hari kukunjungi ruangannya,kubawakan bunga.
"Jason,tau gak sih,sepi banget tau gak ada kamu.kok bisa ya aku jadi tergantung kamu? haha,itu hal yang aneh" kataku berbicara sendiri sambil menangis di samping ranjangnya.Seperti orang yg depresi.Dan itu kulakukan setiap hari.

Jason POV
Ah,Kevina datang lagi ya...?! Senangnya,walaupun mataku belum bisa terbuka dengan baik.Dan fisikku masih sangat lemah,tapi dia masih mengunjungiku.Dia sahabat yag baik,tapi aku ingin dia menjadi lebih dari sekedar teman buat aku,aku...menyukainya!
"Jason,cepet sembuh" katanya menangis.Aku merasakan air matanya jatuh ditanganku.

Kevina POV
Angin segar di sekolah,biasa kunikmati dengannya.Ada apa denganku? Aku bukan penyendiri lagi?
"Jason,aku ingin kita kayak biasa lagi,sembuhlah" kataku mengusap air mata lagi.
"Kenapa tiba-tiba sang preman jadi mellow gini,oh,plis deh,nangisin si cupu itu?" kata Vera.
"Diam kau,bukannya kau yang mengejar cintanya Jason" kataku kesal.
"Nggak lagi,aku gak suka Jason lagi,masih banyak cowok yang lebih kaya dari dia" katanya santai.
PLLAAAAKKK!!!
"Kalo udah gak ada omongan yg gak penting lagi,pergi sana! Marmut darat!" kataku menampar pipi Vera.Sakit hati banget sahabatku dikatain kayak gitu.Dia balik memakiku dan pergi.

Akh,gak kerasa udah hampir sebulan dia di rumah sakit.Kapan ya,dia balik?
Kunikmati udara balkon sambil mendengarkan MP3.
"Hei,ke kantin yuk?" ajak seorang cowok padaku.
"Kamu siapa? kok tiba-tiba sok kenal ngajakin kekantin?!" kataku was-was.

***
"Kenapa kamu gak kabarin aku kalo kamu udah pulang dari rumah sakit?" kataku kesal.Padahal dalam hati aku takjub banget.Sekali ini dia tanpa kacamata! He's very different...
"Yah,aku kan pengen bikin surprise gitu" katanya.
"Gak lucu,aku kangen kamu.aku nungguin kamu sadar.Aku kayak orang gila saat bicara denganmu yang sedang koma dan menangisi keadaanmu.sekarang,kamu bilang ini surprise?" kataku marah.
Tiba-tiba Jason menahan tanganku,"jangan pergi dulu.maafkan aku"

"Makasih udah ngekhawatirin aku.Terima kasih atas bunga yang penuh di ruanganku.Terimakasih juga kalo kamu kangen aku.I miss u,too!" kata Jason serius.
"akh,kamu belajar gombal sama dokter rumah sakit ya?,hehe..." kataku berusaha mencairkan suasana.
"haha...lucu banget...tapi aku serius..." katanya menghentikan tawanya.Aku pun ikut terdiam.

***
1 minggu kemudian...
Duh,napa,sih,aku jadi makin deg-degan.Sejak kejadian di balkon itu rasanya susah bersikap biasa sama dia.Tapi kuakui makin hari dia semakin keren.
"Hai,Jason,ntar malem kamu ada acara gak? Bisa gak kita candle light dinner di La Grillio Cafe,berdua aja" ajak Vera.Gak sengaja ngedengerin pembicaraan itu.Dan dengan polosnya Jason menjawab BOLEH! Kenapa aku gak ikhlas kayak gini?
Aku terdiam di bangku kelas.Apa iya aku harus menguntit kencan pertama Jason itu?

"Kenapa aku sesedih ini,apa iya aku kurang feminim dan anggun? Apa aku gak sebanding dengan keadaan Jason yang sekarang? Oke,aku akan mencoba lebih 'wanita'! Fightin'!
Di Cafe...
"Jason,kamu keren banget,kaya lagi,aku nggak nyangka kamu ternyata kayak gini.Cewek mana coba,yang gak mau sama kamu?" rayu Vera.Menguping di meja yang lain,Aku rada muak mendengar perkataan Vera.Jason juga nyebelin,dia sangat tampan malam ini,tapi penampilan itu untuk Vera,bukan untukku.Wait,aku cemburu?
"Makasih atas pujiannya,aku senang..." kata Jason.
"Jason,aku ngajak kesini mau bilang,kamu mau gak jadi pacar aku?" tembak Vera.
"Ha,kok spontan gini ya? Vera,memang cewek tuh gak baik kalo nembak cowok duluan.Aku..." kata Jason,suara HP mengganggu mereka."Sorry ya aku angkat telepon dulu"

Jason POV
Bukannya itu Kevina? Ngapain dia disini,sambil nangis lagi?! Ah,lebih bak kudatengin aja,deh! Kulihat dia lagi memukul-mukulkan buku menu di meja makan cafe.

Kevina POV
"Bodoh banget sih aku,ngapain aku kesini.Kalo gini mendingan aku..." kataku menyesal.
"Kevina,kan?" seseorang menepuk pundakku.Ini suara Jason.
"Bukan,pasti kamu salah orang" kataku menutupi mukaku dengan rambut.suaraku serak habis menangis.
"Kamu bohong...Ikat rambut itu sengaja aku desain khusus buat kamu,secara kuantitas,itu cuma ada satu,gimana bisa kamu menipuku?" katanya sambil duduk dimejaku.
"Kenapa kamu duduk disini? kan ada cewek cantik yang lagi nunggu jawaban cintamu!" kataku keceplosan,ups!
"Oh,jadi dari tadi kamu nangis gara2 nguping ya? haha,ketauan! Tapi aku senang kalo kamu cemburu.Yuk,ke cafe yang lain,aku mau ngomong" kata Jason menarik tanganku.

***
"Trus Vera digimanain? Dia pasti nunggu dicafe..." gumamku.
"Dia udah pulang kok,kecuali kalo dia mau nginep di cafe.Dia pasti akan kesal sekali kutinggalkan seperti itu" katanya bengong.
"Oh,ya,ini kan bukan cafe...sejak kapan balkon sekolah jadi cafe? sejak kapan juga kamu punya kunci-kunci sekolah?" tanyaku keheranan.
"Ah,itu gak penting.Eh,ngomong-ngomong aku baru tau kalo kamu cantik,haha...jadi dandanan yang kemaren gk usah dipake lagi ya..." katanya mengalihkan pembicaraan.
"Ah,mau ngomong itu,biasa aja lagi,gak usah seromantis ini.kamu juga keren kok malam ini..." pujiku.Dia tersenyum sumringah,oh,tampannya!

"Tuh,liat lampu kotanya kerlap-kerlip ya..." tunjuknya.
"Iya,bagus banget..." kataku takjub.
"Eh,tipe cowok kamu kayak gimana sih?" tanyanya tiba tiba.
"Heh? kok nanyanya gitu? Aneh...Ok,dia gak harus cakep,yang pnting dia sayang dan perhatian serta nerima aku apa adanya" kataku.
"Wah,berarti aku masuk itungan dong!" katanya mengagetkanku.
"Iya,kamu masuk itungan...tapi apa iya Jason suka cewek berantakan kayak aku?" tanyaku ragu-ragu.
"Gak pa pa! Kamu udah buktiin kalo kamu bisa jadi cewek normal,kayak malam ini.Mau gak jadi pacar aku?" tanyanya santai.
"Haha,Jason,jangan gitu dong.Rugi kamu kalo pacaran sama aku,memang kamu gak takut sama aku,kan aku preman..." kataku berusaha gak tegang.
"Gak takut tuh,so what kalo aku jatuh cinta sama preman?" katanya memegang tanganku.
"Kalo gitu aku,mau,deh,jadi pacar kamu" jawabku tertawa.Kulihat wajah Jason muram.
"Napa lagi? kan kamu udah denger jawabannya" tanyaku.
"Kamu tuh serius gak sih,pake kata 'deh' segala" kata Jason manyun.
"Repot ya kamu tuh! dandanan udah oke,cupunya tetep aja ditunjukkin! Tapi Jason,I Love U.Puas?!" kataku.
"Iya,aku puas,hehe.Makasih...I Love U" jawabnya tertawa.Ia memelukku.

Hm...Malam yang indah...kami tertawa semalaman...
KRIIINNNGGG...
"halo,ada apa,kak?!" tanyaku saat Kak Rei menelponku.
"PULAANNNGGG WWOOOIII...udah jam 11 nih!!!" omel kak Rei sambil menutup telpon.
Akhirnya kami pulang,tapi ga pa pa,rasa ini telah tersampaikan,itu yang terpenting...

-T.B.C-

1 komentar: